Informasi Terbaru
1.482 Keluarga di Kecamatan Cihampelas Terima Bantuan Beras Pencegahan Stunting
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat resmi menyalurkan bantuan beras premium Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dengan nama program AMANAH sebagai upaya konkret intervensi pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Kecamatan Cihampelas. Kegiatan penyerahan dilaksanakan di Aula Kecamatan Cihampelas, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail didampingi Kepala. Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Lulmanil Hakim dan Camat Cihampelas Agus Rudianto beserta kepala.Desa Se kecamatan Cihampelas.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Lulmanil. hakim menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
“Pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan semua pihak sehingga penyaluran bantuan beras CPPD AMANAH untuk intervensi stunting di 10 desa se-Kecamatan Cihampelas dapat berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, penyaluran ini didasari sejumlah peraturan perundang-undangan, mulai dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022, hingga Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati terkait pengelolaan cadangan pangan daerah, serta didukung Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melalui APBD Tahun Anggaran 2026.
Tercatat, bantuan yang disalurkan berjumlah total 13.338 kilogram atau setara 13,3 ton beras premium, yang akan dibagikan kepada 1.482 keluarga penerima manfaat di 10 desa se-Kecamatan Cihampelas, dengan besaran masing-masing 9 kilogram per keluarga.
“Maksud kegiatan ini adalah bagian dari upaya pemerintah daerah menangani dan mencegah stunting, sekaligus mewujudkan hak asasi setiap warga untuk mendapatkan pemenuhan kebutuhan pangan yang layak,” tegasnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, jumlah anak yang tercatat mengalami stunting di Kecamatan Cihampelas mencapai 1.870 anak. Setelah melalui proses verifikasi dan koordinasi bersama pihak desa dan kecamatan, serta disandingkan dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), ditetapkan 1.482 anak yang menjadi sasaran utama, di mana 399 keluarga di antaranya masuk dalam kategori irisan desil 1 hingga 4 atau sekitar 27 persen.
“Kami pastikan penyaluran ini telah melalui tahap verifikasi agar tepat sasaran, tepat jumlah, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh kelompok yang paling membutuhkan demi perbaikan gizi keluarga,”pungkas Lukman