Informasi Terbaru

Upaya Kongkret DKPP Bandung Barat Antisipasi Dampak Kekeringan pada Petani

06 Aug 2026, 11:58
Sumber Radar Bandung
75 Views
Upaya Kongkret DKPP Bandung Barat Antisipasi Dampak Kekeringan pada Petani
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat menyiapkan langkah kongkret dalam menghadapi kemarau panjang (el-nino) dan antisipasi kekeringan pertanian di wilayahnya. Kepala DKPP Bandung Barat, Lukmanul Hakim menjelaskan, pihaknya melakukan kombinasi penguatan infrastruktur pengairan, penyediaan sarana pertanian (mesin pompa), penyesuaian teknis budidaya, penguatan kelembagaan petani dan penyediaan cadangan pangan daerah. “Penguatan infrastruktur pengairan pertanian diantaranya mengoptimalkan pemanfaatan pompa air, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, jaringan irigasi air tanah, peningkatan jaringan irigasi (primer/sekunder/tersier) dan bangunan koservasi air,” katanya, Kamis (6/8/2026). Ia menambahkan, dalam antisipasi kekeringan pertanian dilakukan upaya penyesuaian teknis budidaya hemat air, seperti menggunakan komoditas dan varietas tahan kekeringan seperti inpago, palawija dan yang lainnya. “Selain itu juga menerapkan methode SRI (System Rice Intensification), penggunaan mulsa, pergeseran waktu tanam, dan diversifikasi tanaman,”katanya. Masih kata dia, dalam antisipasi kekeringan dilakukan penguatan kelembagaan yakni sinergi antar kelembagaan petani (kelompok tani), pendampingan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pendampingan oleh Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), pendampingan oleh TNI/POLRI dan BBWS-Citarum. “Kami pun melakukan Penyediaan Cadangan Pangan Daerah diantaranya dengan menyediakan pangan milik daerah yang bisa digunakan atau diakses untuk penanganan darurat bantuan masyarakat yang terkena dampak bencana alam, rentan rawan pangan dan gejolak lonjakan harga pangan,” katanya. Lebih lanjut ia mengatakan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian telah merealisasikan bantuan 157 unit pompa air 3 inci bersumber dari APBN 2026 yang didistribusikan sepanjang Mei hingga Juni di 13 kecamatan terdampak. “Luas pengairan seluas 785 hingga 1.500 hektar dengan koefisien pelayanan 5 s.d 10 hektar tergantung dari kondisi lahan), irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, jaringan irigasi air tanah rehabilitasi atau perbaikan irigasi baik primer, sekunder maupun tersier,” katanya. Ia menegaskan, rencana kompensasi bagi petani yang gagal panen dapat diupayakan dari benih buffer stok Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian walaupun jenis benih yang tersedia adalah Inpari 32 dan Ciherang, hal ini terkait kendala stok benih yang tersedia. Verifikasi data gagal panen terus dilakukan bersama POPT untuk pengajuan klaim Asuransi Usaha Tanaman Pangan (AUTP). “Sebagai langkah antisipatif, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat menyarankan penggunaan benih padi varietas tahan kekeringan Inpari 42, Inpari 48 dan benih jagung hibrida untuk MK 2026,”katanya. (KRO)